Tuesday, 15 April 2014

Prosedure Keselamatan Kerja


Persiapan di tempat kerja

Pikirkan selalu keselamatan dan kesehatan anda dimanapun anda bekerja.

  • Bila anda ragu-ragu mengoperasikan peralatan mekanik, alat-alat listrik yang anda gunakan, jangan ragu-ragu bertanya. Patuhilah SOP (Standard Operation Procedure).
  • Gunakanlah waktu istirahat sebaik-baiknya, baik dirumah maupun ditempat kerja.
  • Pakailah pakaian kerja dan alat-alat pelindung dengan sopan rapih dan bersih.
  • Yakinkanlah bahwa peralatan kerja anda dan anda sendiri telah siap untuk melaksanakan pekerjaan dengan aman dan benar.
  • Patuhilah 4 R. (Ringkas , Rapi, Resik, Rawat).
  • Berikan saran-saran perbaikan bila ada hal-hal yang bisa menimbulkan bahaya.
  • Bila terjadi kecelakaan atau merasa sakit di tempat kerja segera lapor kepada atasan setempat.
  • Bantulah rekan-rekan kerja anda bila rekan anda membutuhkan bantuan anda bekerja di tempat yang membahayakan.
  • Lewatlah melalui jalan-jalan yang sudah ditentukan.
  • Yakinlah bahwa alat-alat pemadam api yang ada selalu dalam keadaan yang siap pakai.
  • Jangan paksakan diri anda mengangkat, menahan, mendorong dengan beban yang diluar kemapuan anda dengan posisi ataupun yang mengundang bahaya.
  • Carilah posisi kerja yang baik dan nyaman saat anda melakukan pekerjaan, hindarilah kecerobohan.
  • Adakan persiapan dan pemeriksaan terhadap peralatan yang akan anda gunakan baik sebelum, padasaat dan setelah dioperasikan.
  • Pahami benar standard urutan kerja peralatan yang anda gunakan.
  • Beri tanda-tanda penting, dimana ditempat kerja saudara bisa membahayakan orang lain, seperti benda jatuh, licin dan bahaya lain.
  • Bersihkan kotoran-kotoran termasuk sampah, kertas-kertas, kotoran-kotoran bekas minyak, bekas-bekas makanan ditempat kerja anda atau sesuai dengan tugas-tugas yang diberikan kepada anda.
  • Jangan membuang sampah, puntung rokok disembarang tempat.
  • Usahakan barang-barang yang ada ditempat kerja anda adalah barang-barang yang akan digunakan kerja.
  • Kembalikan peralatan kerja anda ditempat yang sudah ditentukan

Pengawasan peralatan barang.

  1. 4 R.

    • Ringkas ,Pisahkan barang-barang yang dipakai dari barang-barang yang tidak terpakai.Barang yang tidak terpakai di tempatkan ditempat lain.
    • Rapih, Atur agar mudah diambil dan digunakan.
    • Resik, Bersihkan dari kotoran terhadap barang dan lingkungan.
    • Rawat, Jaga agar teratur, dan tidak berantakan dan tetap selalu bersih.
  2. Tempat meletakan barang

    • Tempatkan ditempat yang sudah ditentukan.
    • Jika meletakkan sesuatu barang untuk sementara beri tanda tempat tersebut. Jangan diletakkan ditempat yang mengganggu, misalnya: di tangga, jalan umum, pintu masuk, switch box panel atau depan box pemadam kebakaran.
    • Cara menumpuk barang.
      • Tumpuklah secara terpisah barang yang mudah terbakar, dan barang yang berbahaya.
      • Tumpuklah mulai dari barang yang berat ke yang ringan.
      • Untuk barang yang mudah bergerak gunakan stoper.
      • Ikat barang-barag yang mudah jatuh.
      • Hati-hati meletakan barang yang panjang, usahakan diletakan dalam posisi tidur.
      • Benda yang berbentuk selinder yang diberdirikan, diberi penyangga agar tidak jatuh.
      • Tinggi tumpukan agar diperhitungkan agar aman.

    • Beri tanda tempat meletakan barang.
      • Beri nama barang dan posisinya.
      • Pertegas dengan warna kuning untuk tempat barang.

Penanganan Barang Cair Mudah Terbakar.


Jenis barang cair mudah terbakar , diantaranya adalah besin, solar, thinner, bahan dasar tiner cat, minyak tanah dan bahan bahaya lainnya yang dinyatakan dengan tanda “Bahan Mudah Terbakar”.

Penanganannya (Material handling)

  • Tempat menyimpan bahan cair mudah menyala/terbakar harus cukup ventilasi, jauh dari sumber api, instalasi listrik harus memenuhi syarat.
  • Di loksi penyimpanan/penanganan harus ada alat pemadam api yang sesuai dengan peruntukannya.
  • Bahan cair mudah terbakar harus tersimpan ditempat container tertutup.
  • Waktu penanganan bahan cair mudah terbakar harus memakai alat pelindung diri seperti: masker, sarung tangan.
  • Peratan kerja diloksi penyimpanan bahan cair mudah terbakar harus tidak menimbulkan percikan api.
  • Lokasi penyimpanan diberi peringatan”Awas Bahan Mudah Terbakar.

Penanganan Bahan Kimia


Bahan kimia adalah bahan yang dihasilkan oleh senyawa baik secara alami ataupun sintetik yang dapat berupa cairan atau padat.

Cara Penanganan (Material handling)

  • Baca dan ikuti peringatan label pada wadah/tempat bahan kimia yang digunakan.
  • Ikuti dengan baik procedure kerja dan gunakan alat pelindung diri yang sesuai.
  • Ketahuilah sifat bahan kimia yang ada di tempat kerja melalui lembar data keselamatan bahan ( MSDS ).
  • Setiap ceceran/tumpukan bahan kimia di atas lantai harus dinetralisir/siram dengan air secukupnya, agar tidak merusak dan mengakibatkan kecelakaan kerja.
  • Apabila bahan kimia mengenai bagian dari anggota badan segeralah dibasuh dengan air.
  • Jangan biarkan bahan-bahan kimia tersebut dalam keadaan terbuka, pastikan bahwa selalu dalam tertutup dan tidak bercampur dengan bahan-bahan lainnya.
Cara Penyimpanan (Storing)
  • Bahan kimia yang bersifat tidak stabil tidak boleh disimpan bersama-sama dengan atau berdekatan dengan komponen sianida.
  • Penyimpanan bahan kimia yang dekat dengan proses yang berbeda sifat atau yang bereaksi harus dijauhkan.
  • Wadah/kontainer bahan kimia harus selalu ditutup dan dijaga agar tidak bocor, pecah atau rusak dan dicek secara teratur.
  • Tempat penyimpanan (ruangan) dimana bahan kimia disimpan agar selalu sejuk mempunyai ventilasi yang cukup untuk menjaga agar setiap uap yang berbahaya agar dapat segera disingkirkan dan jauh dari percikan api.

Sunday, 13 April 2014

Pencucian Laundry


 
Proses pencucian merupakan metode yang kompleks dengan formula yang berbeda-beda sesuai dengan jenis material / kain, tingkat kekotoran dan noda (stains).
Wash formula merupakan program pencucian yang sudah diatur dan diprogram pada mesin cuci secara permanen berdasarkan tiga kriteria diatas dengan pengaturan berbagai macam bahan seperti berikut :
  • Obat pembersih (chemical).
  • Ketinggian air (water level)
  • Suhu (temperature)
  • Operasional (operations)
  • Peralatan (equipment)
Secara umum proses pencucian itu terdiri dari empat proses, yaitu :
    1. Pelepasan Kotoran (Soil Removal)

      Proses pelepasan kotoran bertujuan untuk melepas dan mengangkat kotoran yang menempel pada pada material. Proses ini merupakan tahap awal dalam proses pencucian yang meliputi :


      • Pembasahan (Flush)
        Flush dapat dilakukan lebih dari sekali dalam proses pelepasan kotoran. namun pada dasarnya flush merupakan proses melarutkan kotoraan dengan air. Pada proses ini wash formula sudah bekerja untuk melepaskan kotoran dan alkalinya untuk memaksimalkan proses penghilangan noda (bleachig)
      • Pre-wash (Break)
        Break merupakan tahap pencucian awal atau tambahan untuk tingkat kotoran yang lebih berat. Pada proses pencucian yang menggunakan break, tahap ini merupakan tahap pertama dengan penambahan alkali dan surfactant.
      • Main Wash (Suds)
        Tahap suds merupakan proses pencucian yang sesungguhnya. Chemical yang digunakan pada proses suds adalah :

        • Water Conditioner
          Menekan dan memaksimalkan efek dari material Hard Water (Zat Kapur)” untuk mendapat proses pembersihan yang maksimal.
        • Wetting Agent / Surfactant
          Mengakibatkan chemical dapat menembus serat kain lebih dalam serta akan mengikat kotoran dan mengeluarkannya dari serat kain menuju air pencucian.
        • Soil Suspending Agent
          Memegang kotran lepas dalam air pencucian sehingga terbuang melalui saluran pembuangan (drain) dan tidak kembali ke serat kain.
        • Alkalis
          Alkalis membantu memisahkan kotoran yang mengumpul (banyak) menjadi bagian-bagian yang sangat kecil sehingga mudah dicuci atau lepas dari serat kain. Alkalis bekerjasama dengan wetting agent, water conditioner dan soil suspending agent saling membantu satu sama lain sehinggan hasil pencucian menjadi maksimal dibandingkan dengan bekerja sendir atau berdua saja.
        • Optical Brightener
          Menjadikan kain putih menjadi lebih cerah, warna putih lebih cerah disebabkan oleh perubahan sinar ultra violet yang tidak tampak oleh mata (invisible) menjadi tampak (visible)

    1. Pelepasan Noda (Stains Removal)

      Proses penghilangan noda (stains removal) umumnya berlangsung 7 – 10 menit dengan memakai bleach (pemutih) sedangkan detergent hanya mampu melepaskan kotoran. Bleach terdiri dari dua jenis yaitu : Oxygen dan Chlorine
      dengan cara kerjanya mengubah warna noda menjadi tidak tampak (discoloration).
      Penggunaan bleach ini tegantung dari kebutuhan
      operasiaonal laundry dan jenis noda, yaitu :
      Clorine bleach ; temperatur air dalam mesin berkisar 60 – 65 derajat celcius dengan PH antara 10.2 – 10.8 sedangkan Oxygen bleach umumnya memerlukan suhu dan PH yang lebih tinggi untuk mengaktifkan oxygen bleach sekitar 70 – 80 derajat celcius dan PH 11 – 11.5.

      Setelah proses pelepasan kotoran dan noda, maka kain akan menjadi bersih. Bleach yang tertinggal di kain harus dihilangkan dengan pembilasan, Anti Chlor merupakan jenis chemical yang digunakan untuk melepaskan / menetralisir sisa bleach dalam jumlah besar.
    2. Rinsing

      Rinsing merupakan proses melepaskan sisa chemical dan kotoran dari cucian. Apabila sisa-sisa kotoran tersebut tidak terbilas dengan baik, maka sisa chemical tersebut menyebabkan terjadinya pemudaran warna pada kain selama proses finishing.
    3. Finishing

      Dalam proses finshing penambahan sour berfungsi untuk menetralisir sisa alkali dalam kain agar tidak terjadi kerusakan warna.

      Pelembut kain (softener) juga ditambahkan untuk menghasilkan kain yang lembut, menurunkan static electricity dan meningkatkan pelepasan air dari kain selama proses extraction. Dalam proses ini, chemical lainnya dapat juga ditambah antara lain : mildew prevention ( anti jamur), Bacteria control, dll.
Apabila kita menggabungkan keempat tahapan diatas, maka kita telah memiliki proses pencucian yang lengkap namun dalam pelaksanaan dalam praktek kita dapat memilih dan menggabungkan beberapa tahap pencucian menurut jenis kain, tingkat kekotoran dan noda.

Wash formula untuk tingkat kekotoran yang lebih tinggi memerlukan perhatian khusus agar kotoran yang lepas dari kain tetap dalam air pencucian. Detergent berfungsi memecah kotoran menjadi bagian yang lebih kecil, namun bila konsentrasi detergent sangat rendah, bagian-bagian kecil dari kotoran tersebut dapat kembali ke serat kain. Suatu keadaan kembalinya kotoran lepas ke kain disebut redeposition. Redeposition menyebabkan kain tampak ke-abu-abu-an, kusam khususnya kain putih.